Kelapa sawit menjadi salah satu komoditas unggulan di Kampung Pegayo karena kondisi tanah dan iklim
Tanaman karet merupakan salah satu komoditas perkebunan penting di Kampung Pegayo
lapangan beringin adalah salah satu tempat unggulan yang sering di kunjungi parawisata.
pemeliharaan lembu di kota subulussalam menjadi sumber pencarian masyarakat
lapangan pegayo adalah lapangan yg paling sering di gunakan dalam acara besar
Kampung Pegayo di Kota Subulussalam memang tidak banyak terdokumentasi secara resmi di sumber publik, tetapi berdasarkan sejarah perkembangan wilayah Subulussalam, kampung-kampung di kawasan tersebut umumnya tumbuh dari permukiman masyarakat lokal Singkil/Pakpak yang berkembang melalui pembukaan lahan pertanian dan jalur perdagangan antardaerah.
Secara umum, latar sejarah Kampung Pegayo dapat dipahami dalam konteks berikut:
- Berasal dari Permukiman Tradisional Masyarakat Lokal
Kampung Pegayo diyakini berkembang dari komunitas masyarakat adat yang telah lama bermukim di wilayah pedalaman Singkil–Subulussalam. - Berkembang Melalui Pertanian dan Perkebunan
Seperti banyak kampung lain di Subulussalam, pertumbuhan Pegayo didorong oleh aktivitas pertanian, ladang, dan perkebunan rakyat. - Masuk Dalam Perkembangan Wilayah Subulussalam
Sebelum menjadi kota otonom, wilayah ini termasuk bagian dari Kabupaten Aceh Singkil. Kota Subulussalam sendiri resmi menjadi daerah otonom pada tahun 2007. - Dipengaruhi Budaya Singkil dan Pakpak
Identitas sosial-budaya masyarakat kampung di wilayah ini banyak dipengaruhi adat istiadat Singkil/Pakpak yang masih kuat hingga sekarang.